Minggu, 16 September 2012


Tugas Makalah

EKOLOGI

                                                   

Disusun oleh :
YUSRI USFANIAL
(105960091511)


FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGRIBISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012

BAB II
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Ekologi umum ialah berasal dari dua kata yaitu oikos dan logos yang berate ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara makhul hidup dan lingkungannya.
Sistem adalah suatu objek, dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusun sistem (sib sistem) yang saling berinteraksi antara Satu dengan yang lainnya untuk mencapai satu tujuan atau produk.
Ekosistem adalah hubungan timbale balik antara organisme atau makhluk hidup (abiotik) dan lingkungan tak hidup (abiotok) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain di suatu tempat yang memungkinka terjadinya aliran energi dan siklus materi (hara) diantara komponen hidup dan tak hidup.
Istilah ekosistem pertama kali di usulkan oleh A.G Transley tahun 1935 seorang ahli ekologi antaralain:
1.      Ekositem   : oikos ; rumah (lingkunga) (terdiri dari abiotik dan biotik)
2.      Biotik        : sumua organisme misalnya tumbuhan / tanaman dan organism lainya.
3.      Abiotik      : terdiri dari iklim dan tanah iklim seperti CH (Air),suhu, RH, udara.
4.      Sistem       : suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling  berinterksi.
Ekologi merupakan studi ilmiah tentang proses regulasi distribusi kelimpahan dan saling interaksi di antara mereka, dan sebuah studi tentang desain dari struktur dan fungsi dari ekosistem (Kerbs, 1972).. Istilah ekologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1866 oleh E. Haeckel (ahli biologi Jerman). Ekologi berasal dari dua akar kata Yunani (oikos = rumah dan Logos=ilmu), sehingga secara harfiah bisa diartikan sebagai kajian organisme hidup dalam rumahnya.
Secara lebih formal ekologi didefenisikan sebagai kajian yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungan fisik dan biotik secara menyeluruh. Jadi dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa ekologi itu adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (biotik dan abiotik) dalam suatu ekosistem.
Organisme-organisme saling berinteraksi satu sama lain, dan juga berinteraksi dengan unsur-unsur abiotik yang ada di sekelilingnya. Jadi organisme-organisme dan komponen-komponen fisik lingkungan menyusun sebuah ekositem atau sistem ekologi. Komponen yang hidup, tumbuhan dan hewan, membentuk lingkungan biotik sedang komponen-komponen fisik merupakan lingkungan abiotik.
Lebih jelasnya, bagian-bagian yang mengisi ekosistem antara lain terdiri dari, bahan-
bahan anorganik seperti, persenyawaan organik seperti karbohidrat, unsur iklim dan cuaca seperti temperatur, kelembapan, tekanan udara dll, organisme produsen yang mampu memproduksi bahan makanan, dan organisme konsumen yang makan makhluk lain atau hasil produksinya.
Organisme produsen merupakan komponen autotrofik, sedangkan yang lain ialah heterotrofik. Berdasarkan habitatnya ekosistem dibedakan atas ekosistem daratan (terestrial) seperti hutan, padang rumput, semak belukar, tegalan, pekarangan dll dan ekosistem perairan (akuatik) yang dibedakan air tawar dan air asin seperti sungai, kolam, danau, rawa dan lautan.
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem daratan dan perairan, dan kedudukan serta peranannya dalam ekosistem tersebut.
Hipoteis Diduga terdapat kesinambungan antara komponen-komponen biotik dan abiortik dari ekosistem daratan dan perairan

B.     Rumusan masalah








BAB II
 ALAT,BAHAN, DAN CARA KERJA
A.                Alat Dan Bahan
No
Alat
Bahan
1.
2.
3.

Kater
Meter
Alat tulis
Talirafia
patok

B.                 Pengamatan

1.      Vitalitas

Langkah kerja :
Mencari ± lima jenis pohon berbeda kemudian amati di sekitar pohon tersebut adanya sebagai berukut:
·         Kecambah
·         Tumbuhan muda
·         Tumbuhan dewasa
·         Tumbuhan tua
No
Nama Pohon
                                  Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
Jambu biji
Jambi mete
Mangga
Cacao
Akaisa
Tumbuhan muda,tua,kecambah.
Tumbuhan tua, muda, dewasa,kecambah.
Tumbuhan tua,dewasa,muda,kecambah.
Tumbuhan muda, tua, dewasa.
Tumbuhan dewasa, tua, muda.

2.      Periotas

Langkah kerja:
Mencari ± lima jenis pohon berbeda kemudian amati di sekitar pohon tersebut ada tidaknya,daun, bunga, buah, dan biji.
No
Nama pohon
daun
bunga
buah
biji
1.
2.
3.
4.
5.
Jambu mete
Pisang
Cacao
Mangga
Akaisa
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   

ü   
      
ü   
ü   
ü   
ü   

ü   
ü   

ü   

ü   

3.      Sertifikasi

Langakah kerja :
Mencari kurang lebih 5 jenis pohon yang berbeda, kemudian tentukan sertifikasinya berdasarkan ketinggian pohon tersebut.
Adapun ketentuan sertifikasinya sebagaiberikut:
1.      Semai.
Tumbuhan kecambah s/d 1,5 m.
2.      Pancang
Timgi mulai 1,5 m.
3.      Tiang
Tinggi mulai 10-35 m.
4.      Pohon
Tinggi > 35 m.


No
Nama Pohon
Semai
Pancang
Tiang
Pohon
1.
2.
3.
4.
5.
Cacao
Jati
Jambu mete
Jambu biji
Akaisa
ü   


ü   


ü   

ü   


ü   


C.    Luas minimum dan penyabaran
Cara kerja :
1.      Minyiapkan 4 pasak tali rafia dengan ukuran  2 x 2 m, dan mencatat semua jenis tumbuhan yang berada di dalam kuadarta tersebut.
2.      Memperluas kuadrat tersebut yang telah dibuat 2 x  semuala dan catat kembali penambahan jenis tumbuhan.
3.      Melakuakan penambahan jenis tanaman baru dengan cara yang sama sampai ada penambahan jenis tumbuhan baru.

Table luas minimum
No
Nama pohon
Luas plot
1 x 1
2 x 2
3 x 3
4 x 4
5 x 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   
ü   

ü   
ü   
ü   
ü   


ü   
ü   
ü   


ü   
ü   
ü   


ü   
ü   
ü   


ü   
ü   
ü   



ü   
ü   




ü   




ü   




ü   


D.    Gerafik Luas Minimum

1.      Menyabarkan secara 3 kuadrat brukuran 1 x 1 m, mecatat jenis tumbuhan.
2.      Mmenyebar lagi secara kudrat  berukuran 1 x 1 m, dari ketiga tadi.
3.      Ulangi sampai 5 kali.
No
Naman spesifik
Seri 1
Seri 2
Seri 3
Seri 4
Seri 5
P1
P2
P3
P1
P2
P3
P1
P2
P3
P1
P2
P3
P1
P2
P3
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

E.     Ekosistem darat dan ekosistem perairan
Cara kerja:
1.      Tentukan dua ekosistem berdasarakan habitat yang akan di amati.
2.      Inventarisasikan komponen biotok dan abiotik pada kedua ekosistem tersebut.
3.      Lakukan pengamatan visual pada kedua ekosistem tersebut.
4.      Tentukan kelengkapan komponen ekosistem tersebut.
5.      Perhatikan sumber energy yang digunakan oleh masing-masing komponen tersebut.
6.      Perhatikan peranan masing komponen yang di amati.
7.      Buat di agram hubungan komponen dalam ekosistem tersebut dan daur enrgi yang ada di dalamnya interaksi antara komponene yang terdapat di masing-masing ekosistem.
Jawaban dari hasil pengamatan:
1.      a. Ekosistem Darat 
                                                 Abiotik : Tanah, Iklim
         Darat
                                                Biotik : Tumbuhan, Organism.
           
            b. Ekositem Perairan.

                                                Abiotik : Batu, Pasir, Tanah, Iklim.
                       Air
                                                Biotik : Ikan, Dan Mikroorganisme Yang Lain.
2.       
Komponen pembentuk dari ekosistem darat berupa ekosistem lengkap, dimana antara komponen abiotik dan biotiknya saling berhubungan. Sistem energinya berupa ekosistem terbuka, artinya terjadi interaksi langsung dengan bagian ekosistem lainnya di alam.
Berikut rantai makanan dari komponen-komponen ekosistem daratan,Tumbuhan, tanaman dan rerumputan → Serangga → Predator→Bakteri Liana Berikut daur energi yang berlangsung, Matahari → Tumbuhan, tanaman dan rerumputan → Serangga → Predator.Skema interdependensi antara kompnen abiotik dan biotiknya pada ekosistem daratan adalah sebagai berikut :
Matahari Awan (hujan)
Tumbuhan Tanah Air (genangan)
Konsumen
Pengurai
B. Ekosistem Perairan
Komponen-komponen biotik dari ekosistem perairan antara lain :Ikan,Plankton (Zooplankton dan Fitoplakton) dan Mikrorganisme,Serasah,Tanaman,Lumut dan Lichens
Sedangkan Komponen abiotiknya antara lain :Suhu,pH,Sinar matahari,Salinitas, Air,Udara,Kelembapan,Kecerahan,Salinitas.

Seperti halnya ekosistem darat, komponen pembentuk dari ekosistem darat berupa ekosistem lengkap dan sistem energinya berupa ekosistem terbuka. Namun pada kisaran suhu terjadi perbedaan. Yaitu, suhu udara 290 C, sedangkan suhu air 280C.

Berikut rantai makanan dari komponen-komponen ekosistem perairan
Serasah → Fitoplankton → Zooplankton → Ikan→Predator→Mikrorganisme
Berikut daur energi yang berlangsung
Matahari → Fitoplankton → Zooplankton → Ikan
Tanaman → Oksigen (O2) → Fitoplankton
Zooplankton
Ikan
Skema interdependensi antara kompnen abiotik dan biotiknya pada ekosistem perairan adalah sebagai berikut :Matahari, Plankton Air Tumbuhan (Fitoplankton & Zooplankton) ikan
Dekomposer
Dalam hal ini, organisme produsen yang terdiri dari fitoplankton dan vegetasi merupakan komponen autotrofik, yaitu komponen yang mampu menyediakan makanan bagi dirinya sendiri. Produsen mampu membuat makanan sendiri karena mengandung zat hijau daun (chlorophil) yang ada padanya. Dalam zat hijau daun pada waktu siang hari terjadinya proses fotosintesis atau asimilasi asam-arang.
   Ketika proses fotosintesis berlangsung, persenyawaan antara air yang terambil dari tanah dan asam arang atau CO2 dari udara ditambah energi matahari menjadi karbohidrat dan oksigen. Kemudian karbohidrat diubah menjadi bahan-bahan lain seperti lemak, protein, vitamin dsb. Dengan menambah mineral-mineral yang diambil dari tanah. Bahan-bahan tersebut diperlukan untuk hidupnya, juga untuk kehidupan makhluk konsumen (heterotriphic) yang dalam hal ini dapat berupa ikan, zooplankton, atau predator.
   Faktor pembatas antara kedua ekosistem tersebut adalah pada variasi suhu. Suhu di daratan cenderung selalu mengalami perubahan, sedangkan di perairan cenderung tetap. Selain itu, secara morofolgis, ekosistem darat tidak berkesinambungan, sebab terdiri dari muka yang beragam, seperti gunung, lembah, darat dsb. Sedangakan pada ekosistem perairan sangat bergantung pada adanya substrat dari pada daratan.Interaksi antara komponen yang satu dengan yang lainnya membentuk sebuah tatanan ekologi yang rapi dan mempunyai interdependensi yang kuat. maka, apabila ada salah satu komponen yang mengalami gangguan, akan berakibat pada komponen yang lain.         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar